9 tips agar merasa aman saat parkir

Tritama Rental Mobil Pontianak
Sering kali kita sebagai pengendara merasa tidak nyaman saat berada di tempat parkir terutama parkir basement. Kalau parkir di tempat ini biasanya gelap dan rawan tindak kejahatan. Survei terhadap pengendara di Inggris menyebutkan 1 dari 3 pengendara merasa tidak aman saat berada di tempat parkir. Sektiar 51 persen pengendara perempuan merasa tidak aman, dengan 23 persen dari mereka merasa harus memilih tempat parkir yang aman dan nyaman.

“Wajar jika pengendara merasa gugup saat sendirian di parkir, namun tetap waspada dan mengikuti tips-tipis berikut mungkin bisa membantu anda tetap aman,” ujar Harrison Woods dari YourParkingSpace seperti dilansir dari Carscoops.

Berikut 9 tips parkir aman

1. Parkir Kendaraan Anda di Tempat Terang

Satu langkah sederhana bisa Anda lakukan, dengan memilih tempat parkir yang terang. Karena pencahayaan di daerah gelap dapat mengurangi rasa ketakutan akan kejahatan, serta mengurangi kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan. Jadi cobalah untuk memarkir mobil Anda tepat di bawah lampu.

2. Pastikan Anda Parkir Kendaraan yang Ada Petugas

Banyaknya tempat memarkirkan kendaraan Anda, biasanya membuat Anda akan leluasa memilih tempat parkir. Selain tempat harus terang, pastikan wilayah parkir kendaraan Anda selalu dilewati oleh petugas parkir. Selain itu, Anda sebaiknya memastikan kendaraan Anda bisa terpantau oleh CCTV.

3. Rencanakan Posisi Parkir Anda

Saat Anda berada ditempat parkir baru, pastikan Anda melihat situasi tempat parkir dan merencanakan dimana Anda akan parkir. Anda rencanakan temapat paling strategis, dengan melihat seluruh tempat parkir kendaraan. Agar tidak memarkirkan kendaraan di tempat terlalu gelap.

4. Tidak Menyimpan Barang Berharga di Mobil

Pastikan kendaraan Anda yang terparkir tidak terdapat barang-barang berharga. Karena dengan ada-adanya barang berharga di dalam kendaraan bisa memancing kejahatan.

5. Parkirkan Kendaraan Anda di Tempat Strategis

Pastikan kendaraan Anda terparkir di tempat paling strategis. Salah satunya dekat dengan pintu keluar atau tempat yang tidak asing atau telalu jauh dari pintu keluar.

6. Tetap Waspada

Saat Anda menuju tempat parkir, pastikan Anda terus waspada. Disarankan untuk tidak sambil mendengarkan musik, memeriksa email atau SMS atau sibuk dengan gudget. Sehingga Anda bisa tahu apa yang terjadi di sekitar Anda.

7. Memegang Kunci di Tangan Anda

Saat menuju tempat parkir, pastikan Anda sudah menggenggam kunci kendaraan Anda. Atau sudah mengetahui dimana letak kunci kendaraan Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi mencari dimana letak kunci kendaraan Anda.

8. Jangan Meninggalkan Kunci di Kunci Kontak

Banyak dari pengendara yang memilih untuk tetap menghidupkan kendaraannya, agar kabin tetap dingin di saat Anda ingin keluar mobil sebentar. Pastikan hal itu tidak Anda lakukan, karena perilaku ini bisa mengundang kejahatan.

9. Laporankan Kekhawatiran Anda

Jika Anda merasa memiliki masalah akan keamanan parkir atau menemukan bahwa mobil Anda telah rusak saat di parkir. Segera laporkanlah kepada pengelolaan parkir mobil dan menghubungi polisi.

source: oto.detik.com

Tips agar tidak mengantuk saat nyetir

cara-alami-hilangkan-kantuk-saat-nyetir-mobil-lgvpr68t7a

Perjalanan mudik ke kampung halaman menjadi ‘ritual’ tahunan yang dilakukan orang Indonesia. Macet serta jarak yang cukup jauh ditempuh, membuat pengemudi harus ekstra hati-hati.

Kelelahan atau jarak yang jauh tersebut dapat membuat pengemudi mengantuk selama perjalanan. Jika sudah begitu, bisa fatal akibatnya. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi kantuk. Mulai dari beristirahat di rest area hingga minum kopi.

Nah, bagi Otolovers yang akan melakukan perjalanan mudik, simak tips yang dikutip dari Carbuzz berikut ini agar tidak mengantuk selama perjalanan.

1. Minum kafein
Kafein adalah suatu zat yang dapat mencegah kantuk. Zat ini biasanya terdapat pada minuman seperti kopi atau minuman berenergi. Meminum minuman dengan zat kafein dapat mengurangi rasa kantuk Otolovers. Dikutip Carbuzz, jika terasa kantuk, minumlah minuman dengan kadar kafein 75 miligram. Jumlah tersebut sama kadarnya dengan satu gelas kopi. Jika Otolovers bukan pecinta kopi, Otolovers bisa menggantiya dengan minuman teh seperti green tea.

2. Rehat dan tidurlah
Jika memang rasanya sudah tidak bisa ditahan lagi kantuk yang Otolovers rasakan, berhentilah di rest area terdekat. Otolovers bisa memejamkan mata dan tidur untuk menghilangkan kantuk. Tidur sekitar 20 hingga 30 menit dapat kembali menyegarkan tubuh.

3. Nikmati perjalanan
Selama mengemudi, nikmati perjalanan bersama keluarga atau rekan. Mengobrol dengan mereka akan membuat rasa kantuk mungkin sedikit berkurang. Jangan mengemudi dengan ngebut karena ingin sampai dengan cepat ke tempat tujuan dan beristirahat. Tetap ikuti rambu lalu lintas yang ada di jalan dan datang ke tempat tujuan dengan selamat.

4. Bikin jadwal terencana
Sebelum berangkat, alangkah baiknya jika Otolovers membuat jadwal yang terencana. Jika berangkat pada pagi hari, tidurlah lebih awal di malam harinya agar dapat beristirahat dengan cukup. Usahakan untuk beristirahat 6 hingga 8 jam agar tidak mengantuk saat menyetir.

5. Kunyah permen karet
Cara yang satu ini banyak dilakukan pengemudi jika mulai terasa mengantuk. Mengunyah permen karet dapat mencegah untuk mengantuk atau menguap di perjalanan. Lebih bagus lagi kalau permen karet yang dikunyah yaitu bebas gula atau rendah gula ya Otolovers.

6. Buka jendela dan hiruplah udara segar
Udara segar dapat membantu rasa kantuk Otolovers sedikit berkurang. Bukalah jendela mobil, hirup udara dari luar.
Namun, perhatikan pula kondisi cuaca serta jalanan sekitar. Kalau banyak asap kendaraan, lebih baik jangan dibuka ya Otolovers. Cari tempat sejuk atau dengan pemandangan cukup bagus untuk menyegarkan kembali Otolovers saat membuka jendela.

itulah beberapa tips agar tidak mengantuk saat nyetir

source: oto.detik.com

Tips aman mengendarai mobil matic

14073151_301301686912737_2009746265_nMengendarai mobil dengan transmisi matic memang terlihat lebih mudah. Namun, jika tidak terampil dan berhati-hati saat berkendara, risiko kecelakaan dengan mobil tersebut pun cukup besar.

Kecelakaan sebuah mobil hatchback yang jatuh dari parkiran sebuah pusat perbelanjaan, menjadi salah satu contoh pelajaran bagi pengemudi mobil bertransmisi matic khususnya agar berhati-hati dalam berkendara. Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center, Adrianto Sugiarto menjelaskan pengemudi mobil dengan transmisi matic butuh teknik berkendara serta konsentrasi penuh agar tidak terjadi risiko kecelakaan.

“Matic memang lebih mudah dalam pengoperasian tapi ada kompensasinya lah kalau kita tidak tahu cara penggunaannya,” kata Adrianto kepada detikOto.

Pemindahan posisi tuas pedal menjadi kunci bagi pengemudi matic agar dapat mengemudikan mobil dengan aman. Membiasakan diri untuk menempatkan tuas transmisi di posisi N (Netral) saat berhenti dapat menjadi salah satu cara.

Adrianto memberikan contoh saat lampu lalu lintas di warna merah atau macet, seringkali pengemudi matic memindahkan tuas pedal ke posisi P serta tidak menggunakan hand brake. Hal itu dapat memicu terjadinya benturan pada mobil yang berada di belakang.

“Kalau berhenti lampu merah posisi tuas biasanya di P (parking), sebaiknya jangan. Taruh tuas di posisi N (netral) jadi kalau turun kan langsung di D (drive). Kalau dari P, turun satu, kan latah di R (reverse) tuh. Itu yang sering jadi kasus kecelakaan,” kata Adrianto.

Soal penggunaan hand brake, dikatakan Adrianto tak hanya berguna ketika melewati tanjakan atau turunan saja. Hand brake berfungsi dalam keadaan macet maupun berhenti agar tidak melaju sendiri serta tidak membuat komponen mobil cepat rusak.

“Kalau saat berhenti tidak tarik hand brake, komponen di dalam kendaraan bisa rusak karena kan dia maksa mau maju, tapi ditahan. Boros bahan bakar juga,” ucapnya.

source: oto.detik.com

Liburan anti bete bersama Sahabat. Ini tips nya!

14145510_301028403589527_2123134030_n1Menghabiskan waktu bersama sahabat memang selalu mengasyikan apalagi dengan cara traveling. Tapi kamu harus tahu tips liburan bebas bete bareng sahabat. Kedekatan satu sama lain membuat travelling terasa nyaman yang dapat mengurangi rasa gelisah. Namun biasanya tetap saja ada beberapa perbedaan pendapat yang dapat membuat bete.

Ini dia beberapa tips dari DetikTravel biar liburan anti bete bareng sahabat:

1. Membuat rencana bersama

Pergi dengan orang lain, tentunya yang merasakan pun tidak hanya diri sendiri. Buatlah rencana perjalanan atau itinerary bersama sesuai hasil kesepakatan, ini dapat menghindari traveler dari bete-bete kecil yang dapat merusak mood liburan. Contoh kecilnya seperti memilih tempat yang akan dikunjungi, jika terdapat perbedaan pilihan cobalah cari jalan tengahnya. Seperti berkunjung sendiri-sendiri dan bertemu di tempat yang telah ditentukan. Kamu senang, sahabat juga senang!

2. Mempertimbangkan uang

Salah satu yang paling krusial adalah pengeluaran atau uang yang dihabiskan saat travelling. Beberapa orang juga menganggap urusan keuangan adalah sesuatu yang sensitif. Mau tidak mau, dari beberapa kebutuhan yang megharuskan untuk patungan atau berbagi biaya untuk penginapan atau transportasi. Pilihlah destinasi dan fasilitas liburan yang sesuai dengan kantong teman-teman lainnya. Jangan sampai ada yang tidak ikut atau mengorbankan suatu hal penting demi suatu hal yang sebenarnya bisa dicari alternatifnya. Liburan bersama tidak perlu mahal, yang penting semua berkumpul dan senang.

3. Selalu kompak dan bekerjasama

Keperluan perjalanan untuk jumlah orang lebih dari satu tentunya tidak sedikit. Tentunya akan sangat sulit jika dikerjakan sendirian tanpa bantuan orang lain. Membagi tugas bisa menjadi solusinya. Namun, bagilah tugas dengan sama rata, jangan ada yang lebih banyak atau lebih sedikit. Tentunya, jika ada yang kesulitan sudah kewajiban untuk membantunya. Begitupula jika ada kendala, jika kekompakkan terjaga maka masalah pun tidak akan berangusur lama dan cepat hilang dengan rasa kebersamaan yang telah dibangun.

4. Singkirkan ego

Travelling dengan sahabat, artinya hidup sementara dengan mereka. Haram hukumnya untuk mementingkan kepentingan diri sendiri diatas kepentingan orang lain. Jika terlalu egois, pasti orang lain akan merasa jengkel. Liburan pun tidak akan berjalan mulus dan kesenangan akan berkurang. Dimulai dari sendiri, cobalah untuk tidak bersikap semaunya dan mendengarkan apa kata orang lain.

5. Menjaga dan mengingatkan satu sama lain

Kompak atau menjaga ego sendiri tidak cukup. Dalam sebuah tim semua anggota harus menjaga satu sama lain, termasuk saat liburan bareng sahabat. Perhatikan kondisi dan situasi, jika sahabat kamu terlihat lelah cobalah untuk rehat sejenak dahulu. Atau jika ingin check out dari penginapan, pastikan barang-barang teman lainnya juga tidak tertinggal. Selain dapat membuat teman kamu sedih, itu juga akan merepotkan karena harus kembali untuk mengambil barangnya kembali.

Liburan bareng sahabat juga tidak hanya jalan-jalan menelusuri suatu wilayah bersama, namun traveler juga dapat mengetahui sifat asli dari sahabat-sahabat yang mungkin kamu sendiri tidak mengetahuinya. Selamat berlibur!

source: travel.detik.com