Makam Kesultanan Batulayang

makam-kesultanan-batulayang
Tempat wisata ini adalah kompleks pemakaman tujuh sultan Pontianak beserta keluarganya. Makam utama di sini tentu saja makam sultan pertama, Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie, yang berada dalam sebuah ruangan tepat di tengah kompleks dan berbentuk mirip bunker kecil. Pintu masuk untuk peziarah dibuat rendah sehingga mereka harus merunduk saat masuk sebagai penghormatan pada sultan.

Di luar kompleks terdapat sebuah gundukan batu yang diwarnai hijau. Batu inilah yang disebut sebagai batulayang. Kompleks pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke sini, Anda tidak dipungut biaya.

source: http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-pontianak-yang-wajib-dikunjungi/

Aloe Vera Center

279b6b8563b230f3f62b89c3623453ae_640_426_50_c1_c
Kawasan agro wisata yang dikenal dengan nama Aloe Vera Center ini terbilang tidak terlalu jauh, yakni : kurang lebih sekitar 8,5 Km dari pusat Kota Pontianak, tepatnya di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Kota Pontianak yang memiliki struktur tanah gambut (pH tanah asam) menyebabkan suburnya pertumbuhan tanaman lidah buaya. Potensi ini dimanfaatkan dengan mendirikan kawasan agro wisata Aloe Vera Center yang terkenal di kalangan masyarakat serta wisatawan lokal maupun mancanegara. Di dalam kawasan Aloe Vera Center ini, juga terdapat Orchid Center, yaitu : pusat pembudidayaan berbagai macam anggrek, termasuk anggrek hitam yang merupakan jenis anggrek khas Kalimantan yang kini sudah mulai langka.

Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak sejak 4.000 tahun lalu dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan berasal dari kepulauan Canari, Kawasan Afrika Utara. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Aloe vera juga kaya akan kandungan gizi, seperti: asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah buaya diketahui berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.

Aloe Vera Center Pontianak telah resmi didirikan pada tahun 2002 lalu, walaupun budidaya lidah buaya di Pontianak telah ada sejak tahun 1990. Pusat pembudidayaan tanaman lidah buaya ini berada di bawah pengawasan manajemen Pemerintah Kota Pontianak. Pembangunan kawasan ini merupakan hasil dari kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat, serta pasrtisipasi dari pihak BPPT Serpong. Aloe Vera Center Pontianak telah berkembang sangat pesat dan berhasil berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak.

Must To Do

Di kawasan ini kita bisa mencicipi dan bisa melihat sendiri bagaimana tanaman Aloe vera tersebut diolah secara higienis dengan memanfaatkan teknologi tepat guna menjadi tepung dan bermacam-macam jenis makanan khas, seperti: dodol, jelly, cokelat, minuman sari lidah buaya, teh dan berbagai macam jenis kuliner khas lainnya serta berbagai produk kecantikan. Produk olahan dari industri ini telah diekspor ke beberapa negara tetangga, seperti: Malaysia dan Brunei Darussalam. Pengunjung dapat mencicipi makanan hasil olahan tersebut ataupun menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Pontianak.Selain itu, Aloe Vera Center Pontianak juga dapat menerima kunjungan industri/edukasi rombongan dari berbagai komunitas maupun instansi, baik sekolah, pemerintah maupun swasta. Come to taste original product of Pontianak!

source: http://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=aloe

Aku seorang Driver

14701304_528153244046116_2706646574137606144_n

“Aku bangga..”

Itu yang digumamkan dalam hati Andri Ramadhani atau yang sering di sapa Dani ketika mengetahui konsumen nya puas dengan pelayanan jasa driver dia.

Dani ini seorang Driver yang mengabdi di Perusahan rental mobil terbesar di Pontianak BAHKAN se-Kalimantan Barat ”jangan kita sebut kalau itu TRITAMA” kikikiki

Bagi Dani, menjadi seorang driver ada kebanggaan tersendiri baginya. Apalagi dapat kepercayaan membawa tamu di event RI 1. Wow..
13735900_142287362875549_775966084_n
yang di atas ini foto Dani saat berada di depan kendaraan yang sangat tamvan.

Anak kelahiran tahun ’90 ini, sudah 2 tahun mengabdi kepada Tritama. Baginya, profesi seorang Driver ini sama seperti profesi seorang entertain ”Actor”. Karena disitu terdapat kesamaan jobdesk yang paling berat, yaitu MENUNGGU.

Yaaaa kalau bagi mimin, menunggu itu memang hal yang membosankan. Apalagi menunggu impian. Krik krik krik (menunggu=menjemput) pffftttt

Tapi kalo kata oom Peterpan, menunggu itu bisa jadi karya yang enak di dengar loh. Yap! Menunggu pagi.

Apa yang terjadi dengan hatiku, ku masih disini menunggu pagi~

Oke kita abaikan topik Peterpan. Eh, menunggu maksud saya. Lanjut ke topik sebelumnya.

Mungkin masih ada beberapa orang yang meremehkan status profesi mereka dibidang Driver, tapi bagi Dani ada kebanggaan tersendiri. Karena tidak semua orang bisa menjadi Driver VVIP dan tidak segampang yang orang kira menjadi Driver itu mudah. Kita harus menjaga tata bahasa, sopan santun, sabar, displin, terutama tanggung jawab terhadap waktu. ”cerita Dhani sambil slrupppp kopi”

9 tips agar merasa aman saat parkir

Tritama Rental Mobil Pontianak
Sering kali kita sebagai pengendara merasa tidak nyaman saat berada di tempat parkir terutama parkir basement. Kalau parkir di tempat ini biasanya gelap dan rawan tindak kejahatan. Survei terhadap pengendara di Inggris menyebutkan 1 dari 3 pengendara merasa tidak aman saat berada di tempat parkir. Sektiar 51 persen pengendara perempuan merasa tidak aman, dengan 23 persen dari mereka merasa harus memilih tempat parkir yang aman dan nyaman.

“Wajar jika pengendara merasa gugup saat sendirian di parkir, namun tetap waspada dan mengikuti tips-tipis berikut mungkin bisa membantu anda tetap aman,” ujar Harrison Woods dari YourParkingSpace seperti dilansir dari Carscoops.

Berikut 9 tips parkir aman

1. Parkir Kendaraan Anda di Tempat Terang

Satu langkah sederhana bisa Anda lakukan, dengan memilih tempat parkir yang terang. Karena pencahayaan di daerah gelap dapat mengurangi rasa ketakutan akan kejahatan, serta mengurangi kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan. Jadi cobalah untuk memarkir mobil Anda tepat di bawah lampu.

2. Pastikan Anda Parkir Kendaraan yang Ada Petugas

Banyaknya tempat memarkirkan kendaraan Anda, biasanya membuat Anda akan leluasa memilih tempat parkir. Selain tempat harus terang, pastikan wilayah parkir kendaraan Anda selalu dilewati oleh petugas parkir. Selain itu, Anda sebaiknya memastikan kendaraan Anda bisa terpantau oleh CCTV.

3. Rencanakan Posisi Parkir Anda

Saat Anda berada ditempat parkir baru, pastikan Anda melihat situasi tempat parkir dan merencanakan dimana Anda akan parkir. Anda rencanakan temapat paling strategis, dengan melihat seluruh tempat parkir kendaraan. Agar tidak memarkirkan kendaraan di tempat terlalu gelap.

4. Tidak Menyimpan Barang Berharga di Mobil

Pastikan kendaraan Anda yang terparkir tidak terdapat barang-barang berharga. Karena dengan ada-adanya barang berharga di dalam kendaraan bisa memancing kejahatan.

5. Parkirkan Kendaraan Anda di Tempat Strategis

Pastikan kendaraan Anda terparkir di tempat paling strategis. Salah satunya dekat dengan pintu keluar atau tempat yang tidak asing atau telalu jauh dari pintu keluar.

6. Tetap Waspada

Saat Anda menuju tempat parkir, pastikan Anda terus waspada. Disarankan untuk tidak sambil mendengarkan musik, memeriksa email atau SMS atau sibuk dengan gudget. Sehingga Anda bisa tahu apa yang terjadi di sekitar Anda.

7. Memegang Kunci di Tangan Anda

Saat menuju tempat parkir, pastikan Anda sudah menggenggam kunci kendaraan Anda. Atau sudah mengetahui dimana letak kunci kendaraan Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi mencari dimana letak kunci kendaraan Anda.

8. Jangan Meninggalkan Kunci di Kunci Kontak

Banyak dari pengendara yang memilih untuk tetap menghidupkan kendaraannya, agar kabin tetap dingin di saat Anda ingin keluar mobil sebentar. Pastikan hal itu tidak Anda lakukan, karena perilaku ini bisa mengundang kejahatan.

9. Laporankan Kekhawatiran Anda

Jika Anda merasa memiliki masalah akan keamanan parkir atau menemukan bahwa mobil Anda telah rusak saat di parkir. Segera laporkanlah kepada pengelolaan parkir mobil dan menghubungi polisi.

source: oto.detik.com

Tips agar tidak mengantuk saat nyetir

cara-alami-hilangkan-kantuk-saat-nyetir-mobil-lgvpr68t7a

Perjalanan mudik ke kampung halaman menjadi ‘ritual’ tahunan yang dilakukan orang Indonesia. Macet serta jarak yang cukup jauh ditempuh, membuat pengemudi harus ekstra hati-hati.

Kelelahan atau jarak yang jauh tersebut dapat membuat pengemudi mengantuk selama perjalanan. Jika sudah begitu, bisa fatal akibatnya. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi kantuk. Mulai dari beristirahat di rest area hingga minum kopi.

Nah, bagi Otolovers yang akan melakukan perjalanan mudik, simak tips yang dikutip dari Carbuzz berikut ini agar tidak mengantuk selama perjalanan.

1. Minum kafein
Kafein adalah suatu zat yang dapat mencegah kantuk. Zat ini biasanya terdapat pada minuman seperti kopi atau minuman berenergi. Meminum minuman dengan zat kafein dapat mengurangi rasa kantuk Otolovers. Dikutip Carbuzz, jika terasa kantuk, minumlah minuman dengan kadar kafein 75 miligram. Jumlah tersebut sama kadarnya dengan satu gelas kopi. Jika Otolovers bukan pecinta kopi, Otolovers bisa menggantiya dengan minuman teh seperti green tea.

2. Rehat dan tidurlah
Jika memang rasanya sudah tidak bisa ditahan lagi kantuk yang Otolovers rasakan, berhentilah di rest area terdekat. Otolovers bisa memejamkan mata dan tidur untuk menghilangkan kantuk. Tidur sekitar 20 hingga 30 menit dapat kembali menyegarkan tubuh.

3. Nikmati perjalanan
Selama mengemudi, nikmati perjalanan bersama keluarga atau rekan. Mengobrol dengan mereka akan membuat rasa kantuk mungkin sedikit berkurang. Jangan mengemudi dengan ngebut karena ingin sampai dengan cepat ke tempat tujuan dan beristirahat. Tetap ikuti rambu lalu lintas yang ada di jalan dan datang ke tempat tujuan dengan selamat.

4. Bikin jadwal terencana
Sebelum berangkat, alangkah baiknya jika Otolovers membuat jadwal yang terencana. Jika berangkat pada pagi hari, tidurlah lebih awal di malam harinya agar dapat beristirahat dengan cukup. Usahakan untuk beristirahat 6 hingga 8 jam agar tidak mengantuk saat menyetir.

5. Kunyah permen karet
Cara yang satu ini banyak dilakukan pengemudi jika mulai terasa mengantuk. Mengunyah permen karet dapat mencegah untuk mengantuk atau menguap di perjalanan. Lebih bagus lagi kalau permen karet yang dikunyah yaitu bebas gula atau rendah gula ya Otolovers.

6. Buka jendela dan hiruplah udara segar
Udara segar dapat membantu rasa kantuk Otolovers sedikit berkurang. Bukalah jendela mobil, hirup udara dari luar.
Namun, perhatikan pula kondisi cuaca serta jalanan sekitar. Kalau banyak asap kendaraan, lebih baik jangan dibuka ya Otolovers. Cari tempat sejuk atau dengan pemandangan cukup bagus untuk menyegarkan kembali Otolovers saat membuka jendela.

itulah beberapa tips agar tidak mengantuk saat nyetir

source: oto.detik.com

7 Langkah Mengemudikan Mobil Matic yang Benar

14156218_225191784550441_1352911534_n1Bagaimana cara mengemudikan mobil bertransmisi otomatis (matic) yang benar, agar aman bagi pengendara dan transmisi matic tidak cepat rusak? Tidak perlu bingung. Anda cukup mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Tapi sebelum mengulas langkah-langkah mengemudikan mobil matic, Anda perlu memahami poin-poin penting terkait pengoperasian mobil matic.

Poin pertama, di Indonesia umumnya jenis transmisi matic yang disematkan pada mobil berbasis planetary gear set dengan perpindahan percepatan otomatis secara bertingkat (AT/Step AT) dan CVT (continuously variable transmissions).

Poin kedua, untuk transmisi otomatis jenis CVT umumnya tidak dilengkapi tombol overdrive (OD). Adapun untuk Step AT/AT, fasilitas tombol OD ada yang terletak di tuas pemindah gigi atau untuk beberapa produsen mobil tertentu seperti Toyota, menonaktifkan OD cukup dengan menggeser tuas ke posisi 3.

Poin ketiga, tidak semua mobil matic dilengkapi pilihan mode pengoperasin Economis dan Power.

Poin keempat, beberapa mobil matic dengan tipe tertinggi di kelasnya, atau mobil-mobil kelas menengah dan premium, dilengkapi dengan pilihan pengoperasian manual matic (tiptronic atau istilah lainnya).

Poin kelima yang tidak boleh dilupakan, setiap kali Anda menggeser tuas transmisi ke posisi tertentu, tidak semua pergeseran tuas berlangsung secara bebas. Ada kalanya untuk pilihan gigi/mode pengoperasian tertentu, saat tuas digeser terasa nyangkut, dan Anda perlu memencet knob pada batang tuas agar tuas bebas digerakkan. Tapi yang menjadi catatan, saat mobil melaju dan Anda menggeser tuas dan mentok/nyangkut, Anda perlu waspada. Jangan begitu saja langsung menarik knob saat mobil jalan. Produsen transmisi mendesain itu untuk mencegah perpindahan tuas yang tidak diinginkan, atau tidak sesuai kebutuhan dan berpotensi merusak unit transmisi.

Kembali ke 7 langkah cara mengemudikan mobil matic yang benar, berikut ini ulasan lengkap langkah-langkah dari AT-CVT Diagnostic & Repair Specialist www.kompasmatic.com:

1. Pastikan tuas transmisi ada di P (parkir) atau N (netral) saat Anda menghidupkan mesin mobil. Produsen transmisi matic mendesain mesin mobil hanya bisa dihidupkan ketika tuas ada di posisi itu.

2. Setelah mesin dihidupkan, tunggu beberapa saat agar suhu kerja mesin dan transmisi otomatis tercapai. Untuk beberapa jenis transmisi otomatis, perpindahan percepatan otomatis belum bisa terjadi secara sempurna ketika suhu kerja transmisi belum tercapai.

3. Pastikan untuk menekan pedal rem ketika akan menggeser tuas/menjalankan mobil. Misalnya ketika menggeser tuas dari P ke R lalu ke N dan D, atau dari D ke N, lalu ke R dan ke P. Pengereman saat pergeseran tuas diperlukan untuk menghindari potensi kerusakan mekanis.

4. Untuk memulai perjalanan dalam kondisi jalanan normal, geser tuas ke posisi D (drive) untuk berjalan maju dan R (mundur). Untuk kondisi jalan menanjak, jalanan menurun atau jalanan licin, yang membutuhkan bantuan pengereman mesin (engine break), geser tuas ke posisi 2. Bila jalanan menanjak sangat tajam atau menurun sangat curam, geser ke posisi 1 atau L.

5. Pilih mode pengoperasian Economis atau Power (bila tersedia). Mode Economis umumnya dipilih untuk kondisi jalanan kota yang terkadang macet, agar hemat BBM atau Anda ingin berkendara secara lebih santai. Pada pilihan mode Economis, perpindahan percepatan otomatis berlangsung lebih awal. Mode Power memungkinkan terjadinya perpindahan percepatan otomatis lebih lambat, sehingga mobil bisa diajak berakselerasi. Pada beberapa jenis transmisi otomatis, pilihan mode pengoperasian Power, sama saja dengan pilihan mode pengoperasian S (Sport).

6. Manfaatkan tombol OD atau geser tuas ke posisi 3 (bila tersedia) untuk membantu Anda berakselerasi menggunakan gigi 3, mendahului mobil saat melaju dengan kecepatan di atas 60 km/jam, atau saat melahap tanjakan panjang yang mengharuskan Anda menggunakan gigi 3. OD/OFF menyala berarti perpindahan percepatan otomatis dibatasi pada gigi 3.

7. Gunakan pilihan mode pengoperasian M (Manual) ~ bila fasilitas ini tersedia, ketika Anda ingin mengendarai mobil matic layaknya mengemudikan mobil manual. Dengan fasilitas manual matic (tiptronic atau istilah lainnya), memungkinkan Anda menambah dan mengurangi tingkat percepatan/gigi sesuai selera. Caranya cukup geser tuas ke posisi M (bisa saat mobil berhenti atau saat jalan dengan kecepatan berapapun), lalu geser tuas ke (+) untuk menambah gigi atau (-) untuk menurunkan gigi. Untuk mobil tertentu yang dilengkapi pedel shift di belakang kemudi, setelah tuas digeser ke M, tinggal menarik pedel yang kanan (+) untuk menambah gigi dan kiri (-) untuk menurunkan gigi.

Untuk mobilmatic yang tidak ada fasilitas manual-matic, bila mau melakukan perpindahan percepatan/gigi secara manual bisa saja. Misalnya Anda mulai jalan dari gigi 1/L. Untuk menambah percepatan, cukup menggeser tuas ke 2. Bila mau menambah percepatan ke gigi 3 (untuk mobil matic dengan pilihan pengoperasian P R N D 2 L), sebelum meggeser tuas ke D tekan dulu tombol OD agar OD/OFF. Bisa juga sebaliknya geser tuas ke D lalu segera tekan tombol OD. Ini dilakukan agar tidak terjadi perpindahan gigi secara otomatis dari 3 ke 4. Selanjutnya ketika mau pindah ke gigi 4 cukup dengan memencet kembali tombol OD. Untuk mobil matic P R N D-3 2 1/L, ketika Anda mau pindah dari gigi 2 ke 3 cukup menggeser tuas dari 2 ke 3. Selanjutnya untuk masuk gigi 4 cukup menggeser tuas dari 3 ke D.

PERHATIAN! Hati-hati bila Anda mau menggeser tuas dari gigi atas ke yang lebih rendah, misalnya dari 3 ke 2 lalu ke 1/L. Atau dari D ke 2 lalu ke 1/L. Perhatikan laju kendaraan sebelum Anda menggeser tuas. Usahakan jangan pada kecepatan tinggi karena berpotensi merusak planetary gear set (gearbox). Umumnya tiap transmisi matic mempunyai batas maksimum kecepatan pada setiap tingkat percepatan. AT-CVT Diagnostic & Repair Specialist pada www.kompasmatic.com akan membahas khusus tentang ini pada artikel lain.

Tidak sulit untuk mengemudikan mobil matic secara benar. Anda tinggal mencobanya.

“Enjoy with your matic car”

penulis: Hermas Efendi Prabowo
source: http://kompasmatic.com/2015/02/19/7-langkah-mengemudikan-mobil-matic-yang-benar/

Tips aman mengendarai mobil matic

14073151_301301686912737_2009746265_nMengendarai mobil dengan transmisi matic memang terlihat lebih mudah. Namun, jika tidak terampil dan berhati-hati saat berkendara, risiko kecelakaan dengan mobil tersebut pun cukup besar.

Kecelakaan sebuah mobil hatchback yang jatuh dari parkiran sebuah pusat perbelanjaan, menjadi salah satu contoh pelajaran bagi pengemudi mobil bertransmisi matic khususnya agar berhati-hati dalam berkendara. Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center, Adrianto Sugiarto menjelaskan pengemudi mobil dengan transmisi matic butuh teknik berkendara serta konsentrasi penuh agar tidak terjadi risiko kecelakaan.

“Matic memang lebih mudah dalam pengoperasian tapi ada kompensasinya lah kalau kita tidak tahu cara penggunaannya,” kata Adrianto kepada detikOto.

Pemindahan posisi tuas pedal menjadi kunci bagi pengemudi matic agar dapat mengemudikan mobil dengan aman. Membiasakan diri untuk menempatkan tuas transmisi di posisi N (Netral) saat berhenti dapat menjadi salah satu cara.

Adrianto memberikan contoh saat lampu lalu lintas di warna merah atau macet, seringkali pengemudi matic memindahkan tuas pedal ke posisi P serta tidak menggunakan hand brake. Hal itu dapat memicu terjadinya benturan pada mobil yang berada di belakang.

“Kalau berhenti lampu merah posisi tuas biasanya di P (parking), sebaiknya jangan. Taruh tuas di posisi N (netral) jadi kalau turun kan langsung di D (drive). Kalau dari P, turun satu, kan latah di R (reverse) tuh. Itu yang sering jadi kasus kecelakaan,” kata Adrianto.

Soal penggunaan hand brake, dikatakan Adrianto tak hanya berguna ketika melewati tanjakan atau turunan saja. Hand brake berfungsi dalam keadaan macet maupun berhenti agar tidak melaju sendiri serta tidak membuat komponen mobil cepat rusak.

“Kalau saat berhenti tidak tarik hand brake, komponen di dalam kendaraan bisa rusak karena kan dia maksa mau maju, tapi ditahan. Boros bahan bakar juga,” ucapnya.

source: oto.detik.com

Liburan anti bete bersama Sahabat. Ini tips nya!

14145510_301028403589527_2123134030_n1Menghabiskan waktu bersama sahabat memang selalu mengasyikan apalagi dengan cara traveling. Tapi kamu harus tahu tips liburan bebas bete bareng sahabat. Kedekatan satu sama lain membuat travelling terasa nyaman yang dapat mengurangi rasa gelisah. Namun biasanya tetap saja ada beberapa perbedaan pendapat yang dapat membuat bete.

Ini dia beberapa tips dari DetikTravel biar liburan anti bete bareng sahabat:

1. Membuat rencana bersama

Pergi dengan orang lain, tentunya yang merasakan pun tidak hanya diri sendiri. Buatlah rencana perjalanan atau itinerary bersama sesuai hasil kesepakatan, ini dapat menghindari traveler dari bete-bete kecil yang dapat merusak mood liburan. Contoh kecilnya seperti memilih tempat yang akan dikunjungi, jika terdapat perbedaan pilihan cobalah cari jalan tengahnya. Seperti berkunjung sendiri-sendiri dan bertemu di tempat yang telah ditentukan. Kamu senang, sahabat juga senang!

2. Mempertimbangkan uang

Salah satu yang paling krusial adalah pengeluaran atau uang yang dihabiskan saat travelling. Beberapa orang juga menganggap urusan keuangan adalah sesuatu yang sensitif. Mau tidak mau, dari beberapa kebutuhan yang megharuskan untuk patungan atau berbagi biaya untuk penginapan atau transportasi. Pilihlah destinasi dan fasilitas liburan yang sesuai dengan kantong teman-teman lainnya. Jangan sampai ada yang tidak ikut atau mengorbankan suatu hal penting demi suatu hal yang sebenarnya bisa dicari alternatifnya. Liburan bersama tidak perlu mahal, yang penting semua berkumpul dan senang.

3. Selalu kompak dan bekerjasama

Keperluan perjalanan untuk jumlah orang lebih dari satu tentunya tidak sedikit. Tentunya akan sangat sulit jika dikerjakan sendirian tanpa bantuan orang lain. Membagi tugas bisa menjadi solusinya. Namun, bagilah tugas dengan sama rata, jangan ada yang lebih banyak atau lebih sedikit. Tentunya, jika ada yang kesulitan sudah kewajiban untuk membantunya. Begitupula jika ada kendala, jika kekompakkan terjaga maka masalah pun tidak akan berangusur lama dan cepat hilang dengan rasa kebersamaan yang telah dibangun.

4. Singkirkan ego

Travelling dengan sahabat, artinya hidup sementara dengan mereka. Haram hukumnya untuk mementingkan kepentingan diri sendiri diatas kepentingan orang lain. Jika terlalu egois, pasti orang lain akan merasa jengkel. Liburan pun tidak akan berjalan mulus dan kesenangan akan berkurang. Dimulai dari sendiri, cobalah untuk tidak bersikap semaunya dan mendengarkan apa kata orang lain.

5. Menjaga dan mengingatkan satu sama lain

Kompak atau menjaga ego sendiri tidak cukup. Dalam sebuah tim semua anggota harus menjaga satu sama lain, termasuk saat liburan bareng sahabat. Perhatikan kondisi dan situasi, jika sahabat kamu terlihat lelah cobalah untuk rehat sejenak dahulu. Atau jika ingin check out dari penginapan, pastikan barang-barang teman lainnya juga tidak tertinggal. Selain dapat membuat teman kamu sedih, itu juga akan merepotkan karena harus kembali untuk mengambil barangnya kembali.

Liburan bareng sahabat juga tidak hanya jalan-jalan menelusuri suatu wilayah bersama, namun traveler juga dapat mengetahui sifat asli dari sahabat-sahabat yang mungkin kamu sendiri tidak mengetahuinya. Selamat berlibur!

source: travel.detik.com

Honda Brio

Honda Brio

 

  • Tarif Sewa Harian Self Drive
    Rp. 350.000
  • Tarif Sewa Bulanan Self Drive
    Rp. 8.000.000
  • Tarif Sewa Harian + Driver Dalam Kota
    Rp. 550.000
  • Tarif Sewa Harian + Driver Luar Kota
    Rp. 550.000

Tarif Sewa Harian + Driver belum termasuk biaya BBM
Jarak Tempuh luar kota sampai dengan 200 Km