Salah satu tempat favorite untuk menikmati Senja di tepian Sungai Kapuas. Alun-alun Pontianak!

air-mancur-alun-alun-kapuas-pontianak
source foto: google.com

Keberadaan Sungai Kapuas tak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Pontianak. Selain menjadi jalur transportasi air, sungai ini juga dimanfaatkan tepiannya sebagai sebuah taman untuk rekreasi keluarga. Tempat wisata di Pontianak yang banyak dikunjungi pada sore dan malam hari ini berada di depan kantor walikota.

Taman seluas 3 hektar ini memiliki replika Tugu Khatulistiwa di salah satu sudutnya. Selain itu, ada banyak bangku yang bisa Anda gunakan untuk bersantai sambil menikmati senja di tepian sungai.

selain itu, kalian juga dapat menikmati sungai kapuas dengan menggunakan kapal bandong yang ada di Alun-alun Sungai kapuas ini.

Sinka Island Park

sinka-island-park
Sinka Island Park adalah taman rekreasi terpadu yang ada di Teluk Ma’jantuh, Singkawang. Di tempat wisata ini terdapat kebun binatang, kolam renang sampai pantai.

Sinka Zoo merupakan kebun binatang mini yang ada di tempat wisata ini. Di dalamnya terdapat sekitar 200 ekor binatang dari 62 spesies yang ada. Untuk masuk ke kebun binatang ini Anda akan dikenakan biaya 10.000 Rupiah.

Jika ingin menikmati panorama pantai, Anda bisa ke Pantai Banjau. Untuk masuk ke pantai ini, Anda harus membayar 20.000 Rupiah. Pantai Banjau ini tepiannya berupa bebatuan sehingga tak cocok untuk berenang. Untuk berenang, Anda bisa ke kolam renang yang telah disediakan.

Selain itu, Anda bisa menyeberang dengan jembatan kayu ke Pulau Simping. Pulau ini disebut-sebut sebagai pulau terkecil di dunia. Menariknya, meskipun berukuran kecil, terdapat sebuah klenteng di sini. Untuk bisa menginjakkan kaki di pulau ini, Anda akan dikenakan biaya sebesar 15.000 Rupiah.

source: http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-pontianak-yang-wajib-dikunjungi/

Aloe Vera Center

279b6b8563b230f3f62b89c3623453ae_640_426_50_c1_c
Kawasan agro wisata yang dikenal dengan nama Aloe Vera Center ini terbilang tidak terlalu jauh, yakni : kurang lebih sekitar 8,5 Km dari pusat Kota Pontianak, tepatnya di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Kota Pontianak yang memiliki struktur tanah gambut (pH tanah asam) menyebabkan suburnya pertumbuhan tanaman lidah buaya. Potensi ini dimanfaatkan dengan mendirikan kawasan agro wisata Aloe Vera Center yang terkenal di kalangan masyarakat serta wisatawan lokal maupun mancanegara. Di dalam kawasan Aloe Vera Center ini, juga terdapat Orchid Center, yaitu : pusat pembudidayaan berbagai macam anggrek, termasuk anggrek hitam yang merupakan jenis anggrek khas Kalimantan yang kini sudah mulai langka.

Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak sejak 4.000 tahun lalu dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan berasal dari kepulauan Canari, Kawasan Afrika Utara. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Aloe vera juga kaya akan kandungan gizi, seperti: asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah buaya diketahui berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.

Aloe Vera Center Pontianak telah resmi didirikan pada tahun 2002 lalu, walaupun budidaya lidah buaya di Pontianak telah ada sejak tahun 1990. Pusat pembudidayaan tanaman lidah buaya ini berada di bawah pengawasan manajemen Pemerintah Kota Pontianak. Pembangunan kawasan ini merupakan hasil dari kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat, serta pasrtisipasi dari pihak BPPT Serpong. Aloe Vera Center Pontianak telah berkembang sangat pesat dan berhasil berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak.

Must To Do

Di kawasan ini kita bisa mencicipi dan bisa melihat sendiri bagaimana tanaman Aloe vera tersebut diolah secara higienis dengan memanfaatkan teknologi tepat guna menjadi tepung dan bermacam-macam jenis makanan khas, seperti: dodol, jelly, cokelat, minuman sari lidah buaya, teh dan berbagai macam jenis kuliner khas lainnya serta berbagai produk kecantikan. Produk olahan dari industri ini telah diekspor ke beberapa negara tetangga, seperti: Malaysia dan Brunei Darussalam. Pengunjung dapat mencicipi makanan hasil olahan tersebut ataupun menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Pontianak.Selain itu, Aloe Vera Center Pontianak juga dapat menerima kunjungan industri/edukasi rombongan dari berbagai komunitas maupun instansi, baik sekolah, pemerintah maupun swasta. Come to taste original product of Pontianak!

source: http://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=aloe

Aku seorang Driver

14701304_528153244046116_2706646574137606144_n

“Aku bangga..”

Itu yang digumamkan dalam hati Andri Ramadhani atau yang sering di sapa Dani ketika mengetahui konsumen nya puas dengan pelayanan jasa driver dia.

Dani ini seorang Driver yang mengabdi di Perusahan rental mobil terbesar di Pontianak BAHKAN se-Kalimantan Barat ”jangan kita sebut kalau itu TRITAMA” kikikiki

Bagi Dani, menjadi seorang driver ada kebanggaan tersendiri baginya. Apalagi dapat kepercayaan membawa tamu di event RI 1. Wow..
13735900_142287362875549_775966084_n
yang di atas ini foto Dani saat berada di depan kendaraan yang sangat tamvan.

Anak kelahiran tahun ’90 ini, sudah 2 tahun mengabdi kepada Tritama. Baginya, profesi seorang Driver ini sama seperti profesi seorang entertain ”Actor”. Karena disitu terdapat kesamaan jobdesk yang paling berat, yaitu MENUNGGU.

Yaaaa kalau bagi mimin, menunggu itu memang hal yang membosankan. Apalagi menunggu impian. Krik krik krik (menunggu=menjemput) pffftttt

Tapi kalo kata oom Peterpan, menunggu itu bisa jadi karya yang enak di dengar loh. Yap! Menunggu pagi.

Apa yang terjadi dengan hatiku, ku masih disini menunggu pagi~

Oke kita abaikan topik Peterpan. Eh, menunggu maksud saya. Lanjut ke topik sebelumnya.

Mungkin masih ada beberapa orang yang meremehkan status profesi mereka dibidang Driver, tapi bagi Dani ada kebanggaan tersendiri. Karena tidak semua orang bisa menjadi Driver VVIP dan tidak segampang yang orang kira menjadi Driver itu mudah. Kita harus menjaga tata bahasa, sopan santun, sabar, displin, terutama tanggung jawab terhadap waktu. ”cerita Dhani sambil slrupppp kopi”

Tips perawatan kaca film mobil, cuma pakai shampo

cara-membersihkan-kaca-mobil
Kaca film merupakan salah satu bagian penting di mobil. Fungsinya untuk meredam panas dan pantulan sinar matahari yang masuk ke dalam mobil. Meski kaca film mobil memiliki umur yang cukup lama hingga 5 tahun, tidak ada salahnya untuk merawat kaca film agar tetap berfungsi dengan baik. Seperti apa tips merawat kaca film agar tetap berfungsi dengan baik?

Teknisi V-Kool, Fitriyanto menjelaskan, untuk merawat kaca film caranya mudah. Cukup menggunakan sampo dan bersihkan lewat dalam mobil.
“Sebenarnya mudah untuk membersihkan kaca film. Pakai sampo bayi saja,” ujar Fitriyanto kepada detikOto. Ia juga menyarankan, saat membersihkan kaca film menggunakan sampo, lebih baik memakai tisu. Menggunakan kanebo bekas bakal merusak kaca film sebab dikhawatirkan terdapat debu atau pasir yang menempel. Sementara untuk intensitas pembersihan kaca film, Fitriyanto menambahkan tidak ada durasi khusus. Pemilik mobil harus lebih sering melihat kaca film mereka dan jika dinilai sudah kotor, maka sebaiknya segera dibersihkan.

“Jadi cuma pakai sampo saja terus dibersihkan pakai tisu. Jangan pakai kanebo bekas, takutnya ada pasir atau debu. Kalau bisa pakai kanebo yang baru saja,” tandasnya.

source: oto.detik.com

Tips aman mengendarai mobil matic

14073151_301301686912737_2009746265_nMengendarai mobil dengan transmisi matic memang terlihat lebih mudah. Namun, jika tidak terampil dan berhati-hati saat berkendara, risiko kecelakaan dengan mobil tersebut pun cukup besar.

Kecelakaan sebuah mobil hatchback yang jatuh dari parkiran sebuah pusat perbelanjaan, menjadi salah satu contoh pelajaran bagi pengemudi mobil bertransmisi matic khususnya agar berhati-hati dalam berkendara. Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center, Adrianto Sugiarto menjelaskan pengemudi mobil dengan transmisi matic butuh teknik berkendara serta konsentrasi penuh agar tidak terjadi risiko kecelakaan.

“Matic memang lebih mudah dalam pengoperasian tapi ada kompensasinya lah kalau kita tidak tahu cara penggunaannya,” kata Adrianto kepada detikOto.

Pemindahan posisi tuas pedal menjadi kunci bagi pengemudi matic agar dapat mengemudikan mobil dengan aman. Membiasakan diri untuk menempatkan tuas transmisi di posisi N (Netral) saat berhenti dapat menjadi salah satu cara.

Adrianto memberikan contoh saat lampu lalu lintas di warna merah atau macet, seringkali pengemudi matic memindahkan tuas pedal ke posisi P serta tidak menggunakan hand brake. Hal itu dapat memicu terjadinya benturan pada mobil yang berada di belakang.

“Kalau berhenti lampu merah posisi tuas biasanya di P (parking), sebaiknya jangan. Taruh tuas di posisi N (netral) jadi kalau turun kan langsung di D (drive). Kalau dari P, turun satu, kan latah di R (reverse) tuh. Itu yang sering jadi kasus kecelakaan,” kata Adrianto.

Soal penggunaan hand brake, dikatakan Adrianto tak hanya berguna ketika melewati tanjakan atau turunan saja. Hand brake berfungsi dalam keadaan macet maupun berhenti agar tidak melaju sendiri serta tidak membuat komponen mobil cepat rusak.

“Kalau saat berhenti tidak tarik hand brake, komponen di dalam kendaraan bisa rusak karena kan dia maksa mau maju, tapi ditahan. Boros bahan bakar juga,” ucapnya.

source: oto.detik.com

Wonderful of Borneo – Singkawang

Wonderful of Borneo – Singkawang

Sebuah video yang menampilkan keindahan Kota Singkawang, salah satu destinasi wisata terfavorit di tanah Borneo, Kota dengan keindahan kota yang tidak diragukan lagi dan pesona alam yang sangat memukau, Kota dengan julukan “Kota Seribu Kelenteng” dan hubungan yang harmonis antar etnis. Continue reading

Jembatan Kapuas I, Pertama Dan Kebanggaan Warga Pontianak

Jembatan Kapuas I, Pertama Dan Kebanggaan Warga Pontianak

Jembatan Kapuas I, sesuai namanya, jembatan dengan panjang 420 M ini membentang diatas Sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak, sejak 1982 jembatan ini telah menjadi urat nadi bagi perekonomian kota. Bagaimana tidak, hapir seluruh warga kota yang berada di wilayah timur dan utara melewati jembatan ini untuk menyeberang ke pusat kota, dimana sebelumnya hanya terdapat Ferry sebagai fasilitas penyeberangan. Continue reading

Pulau Randayan, Pulau Kecil Dengan Pesona Besar

Pulau Randayan, Pulau Kecil Dengan Pesona Besar

Mustahil rasanya jika orang yang asli berasal dari Kalimantan Barat, khususnya yang berada di daerah Bengkayang, Singkawang, dan sekitarnya, tidak mengenal Pulau Randayan, sebuah pulau kecil dalam Gugusan Lemukutan Besar di Laut China Selatan. Sebuah pulau yang sudah sejak lama menjadi destinasi favorit bagi para Traveler dan penggemar Snorkeling, dan menjadi primadona karena keindahan biota lautnya. Continue reading

Imlek, Cap Go Meh, dan Singkawang Menyapa Dunia

Imlek, Cap Go Meh, dan Singkawang Menyapa Dunia

Tahun Baru Imlek adalah perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai “Malam Pergantian Tahun”. Continue reading