Mobil Matic Juga Bisa Irit, Ikuti 6 Langkah ini

Mobil Matic Juga Bisa Irit, Ikuti 6 Langkah ini

Mobil dengan transmisi otomatis atau yang biasa kita kenal dengan sebutan mobil matic sering menjadi pilihan bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Padatnya jalanan di kota sehingga harus sering memainkan gas dan rem menjadi alasan kenapa banyak orang yang hidup di kota lebih memilih mobil matic daripada harus memakai mobil dengan transmisi manual.

Namun sayang, sama seperti pada motor matic, mobil matic juga dikenal lebih boros bahan bakar ketimbang manual. Adapun penyebab kenapa mobil matic lebih boros bahan bakar adalah karena mobil dengan transmisi otomatis menggunakan fluida untuk mentransfer tenaga melalui torque converter. Saat perpindahan gigi, sebagian tenaga (torsi) digunakan untuk menaikkan tekanan fluida. Dengan begitu, tenaga yang ditransfer ke bagian roda menjadi berkurang, sehingga penggunaan BBM menjadi sedikt lebih boros.

Meski demikian, Anda yang menjatuhkan pilihan pada mobil matic tidak perlu khawatir dan risau. Pasalnya, Anda bisa menerapkan beberapa tips agar mobil matic bisa irit bahan bakar. Tentunya apabila Anda menggunakan teknik dan cara mengemudi yang tepat.

  • Tekan Pedal Gas Perlahan
    Saat pertama kali kendaraan melaju, Anda cukup menekan pedal gas secara perlahan dan tidak terlalu dalam saat pertama kali kendaraan melaju. Sebab, dengan memasukan tuas D saja, mobil sudah bisa meluncur secara otomatis tanpa perlu menginjak gas.
  • Perhatikan Posisi RPM
    Usahakan pada saat mengoperasikan mobil posisi RPM berada di kisaraan 2.500-3.000 RPM agar tenaga yang dihasilkan juga tidak terlalu besar.
  • Kecepatan yang konstan
    Operasikan mobil dengan kecepatan konstan dan hindari pengereman secara mendadak. Semakin sering Anda menginjak pedal rem, tentu akan semakin sering juga Anda menginjak pedal gas. Padahal, ketika pedal gas diinjak pertama kali, mobil akan memerlukan tenaga lebih besar untuk bisa berakselerasi. Hasilnya bisa ditebak, konsumsi bahan bakar akan makin boros.
  • Perhatikan Jarak Aman
    Memperhatikan jarak aman dengan kendaraan yang berada di depan juga perlu. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya tabrakan akibat pengereman mendadak. Namun, jarak aman juga berhubungan dengan jumlah konsumsi bahan bakar. Ingat, semakin dalam pengemudi melakukan pengereman maka semakin besar porsi penggunaan bahan bakar saat menginjak pedal gas nantinya.
    Dengan menjaga jarakan aman, maka apabila kendaraan di depan melakukan pengereman, Anda bisa menurunkan kecepatan secara perlahan, sehingga ketika ingin berakselerasi kembali tidak banyak tenaga yang terbuang.
  • Saat Terjebak Kemacetan
    Apabila Anda terjebak kemacetan, Anda bisa menempatkan tuas transmisi pada posisi 2/S, yang berarti kendaraan sedang melaju dalam kecepatan gigi 1-2 pada transmisi manual. Pada posisi ini, terdapat engine break yang fungsinya melakukan pengereman mesin. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu sering menginjak pedal rem.
    Namun jika macetnya adalah karena Anda menunggu lampu lalu lintas, maka sebaiknya pindahkan saja tuas ke posisi N (Neutral), sehingga kendaraan akan berhenti melaju.
  • Kurangi Penggunaan AC
    Hal yang tak kalah pentingnya untuk menghemat bahan bakar adalah masalah penggunaan pendingin udara. Upayakan untuk tidak menggunakan pendingin dalam temperatur maksimal dan cukup diatur dalam posisi setengah saja.

Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan pendingin udara yang besar membutuhkan asupan tenaga yang besar juga sehingga penggunaan bahan bakar jadi lebih banyak.

Leave a Reply