Wisata Sejarah – Makam Juang Mandor

Wisata Sejarah – Makam Juang Mandor

Tragedi Mandor Berdarah
Peristiwa Mandor adalah catatan sejarah paling kelam yang pernah dialami oleh masyarakat Kalimantan Barat dalam rentang waktu antara 1942 – 1945. Menurut data yang ada, sebanyak ± 21.037 orang yang terdiri dari politisi, cendekiawan, ulama, tokoh masyarakat, kaum cerdik pandai sampai rakyat jelata, tanpa batasan suku – ras – agama, ditangkap dan dibunuh oleh tentara Jepang dengan cara dipenggal, pengeksekusian diyakini terjadi pada tanggal 28 Juni 1944 di desa Mandor.
Jepang memang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalimantan Barat kala itu karena Kalimantan Barat merupakan salah satu target mereka dalam misi pembentukan Asia Timur Raya. Sebuah harian Jepang Borneo Shinbun, koran yang terbit pada masa itu, mengungkap rencana tentara negeri samurai itu untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Peristiwa Mandor, tanggal 28 Juni ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah bagi masyarakat Kalimantan Barat.

makam-juang-mandor-01
makam-juang-mandor-02
Sayangnya, cukup banyak orang Indonesia bahkan masyarakat Kalimantan Barat sendiri, tidak mengetahui perihal terjadinya Tragedi Berdarah nan Bersejarah ini. Karena itulah kami berupaya semaksimal mungkin untuk ikut andil dalam mempublikasikan Sejarah Kelam dan Monumen ini, agar perjuangan dan pengorbanan besar ribuan pahlawan Kalimantan Barat dapat dilanjutkan oleh generasi penerus dan negeri ini dapat benar-benar bebas dari segala bentuk penjajahan.

makam-juang-mandor-04

Wisata Sejarah
Monumen Makam Juang Mandor lokasi penguburan massal para pejuang Kalimantan Barat korban Tragedi Mandor Berdarah dapat ditempuh dalam waktu ± 2 Jam dari kota Pontianak, terdapat di desa Mandor Kabupaten Landak. Banyak peziarah datang untuk melihat secara langsung pemakaman massal yang berjumlah 10 liang / makam sekaligus memberikan apresiasi atas semangat perlawanan dan memanjatkan do’a untuk para korban kekejaman tentara Jepang tersebut, baik itu turis lokal maupun turis asing, bahkan kadangkala ada juga turis dari Jepang yang datang kesana untuk berziarah bahkan mengutuk habis kekejaman dan keserakahan Pemerintah mereka pada masa itu.

makam-juang-mandor-03

TIDAK CUKUP SEKEDAR ANDA KENANG
TAPI KU-HARAP ANDA TERUSKAN SEMANGAT JUANGMU
UNTUK MEMERANGI SEGALA BENTUK PENJAJAHAN

Itulah bait kata yang terukir pada sebuah prasasti yang terdapat di dalam monumen Makam Juang Mandor tersebut. Jika ada pernyataan yang menyebutkan bahwa tidak ada perjuangan di Kalimantan Barat pada masa penjajahan Jepang, disini, di Makam Juang Mandor ini, itulah satu-satunya pernyataan yang paling tidak dapat dipertanggung jawabkan dan tak termaafkan sampai kapanpun.

Leave a Reply